Ini 4 Bahaya Gesek Tunai Kartu Kredit yang Perlu Kamu Tahu

  • Whatsapp
Bahaya Gesek Tunai Kartu Kredit

Bagi sebagian pengguna kartu kredit, gestun alias gesek tunai kerap jadi alternatif pinjam dana tercepat yang diandalkan untuk kondisi darurat. Nggak perlu lagi apply dokumen ini itu buat pinjam dana, tinggal datang ke ATM terdekat, kemudian bertransaksi layaknya dengan kartu debit biasa. Dalam waktu beberapa menit, sejumlah uang tunai sudah ada di tangan. Jumlah penarikannya juga maksimal bisa mencapai limit kartu kredit.

Sayangnya, di balik kemudahan tersebut, gesek tunai kartu kredit justru sangat tidak disarankan. Alasan utamanya adalah karena kartu kredit bukan merupakan dana cadangan atau bahkan dana tambahan. Kartu kredit hanyalah sekadar alat pembayaran yang sah, untuk memudahkan transaksi sesuai kebutuhan masing-masing penggunanya. Selain itu, yang paling penting untuk diketahui, ada 4 bahaya yang mengintai lho dari gesek tunai kartu kredit. Apa aja sih?

Suku bunga dan biaya administrasi yang mencekik

Berbeda dengan biaya transaksi pada umumnya, gesek tunai kartu kredit memiliki kebijakan suku bunga dan biaya administrasi yang jauh lebih tinggi. Sebagian besar pengguna kartu kredit umumnya tidak mengetahui perihal ini sebab bukan menjadi tujuan atau fungsi dari kartu kredit itu sendiri. Biaya administrasinya saja bisa mencapai hingga 4% dari total penarikan, sedangkan suku bunganya bisa mencapai hingga 7%.

Makin besar jumlah penarikan, semakin besar juga biaya admin hingga bunga yang harus kamu bayarkan. Selain itu, gesek tunai ini secara otomatis juga akan masuk ke tagihan bulan berikutnya. Dengan kata lain, suku bunga, biaya admin, dan pokok pinjaman, harus kamu bayarkan di bulan depan langsung.

Kredit macet mengintai

Dari suku bunga dan biaya admin yang mencekik, tentu saja akan berujung pada terjadinya kredit macet. Apalagi, jika di bulan depan, kamu tidak ada dana segar untuk langsung melunasi utang tarik tunai tersebut. Utang kartu kredit akan terus menumpuk dan bunganya masih akan terus berjalan sebelum dilunasi. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya pergunakan kartu kredit sesuai fungsinya: alat pembayaran yang dapat memudahkan transaksi. Jangan dianggap sebagai dana cadangan yang bisa digesek kapanpun kamu kehabisan uang.

Risiko tinggi terjadi pencucian uang

Dalam skala yang lebih besar, melakukan gesek tunai kartu kredit terlalu sering juga berpotensi menimbulkan masalah dugaan pencucian uang. Ini berpotensi terjadi apabila kamu menggesek kartu di mesin EDC di tempat yang kurang kredibel, sehingga rentan terjadi skimming atau pencurian informasi kartu kredit yang berisi data-data pribadi nasabah. Nah, data-data inilah yang dikhawatirkan digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengalirkan uang, misal dari aktivitas korupsi atau tindak kriminal, agar tidak terlacak pihak berwajib. Jangan sampai hal ini terjadi pada kamu, ya!

Penyalahgunaan data 

Masih terkait dengan skimming, mengingat angka kriminalitas atau tindak penipuan terkait kartu debit dan kredit masih cukup tinggi, gesek tunai kartu kredit di ATM juga cukup berisiko. Apalagi jika dilakukan di mesin-mesin ATM yang jauh dari keramaian dan minim pengawasan. Selain pencucian uang, penyalahgunaan data juga bisa terjadi dalam bentuk duplikasi data untuk mendaftar akses kredit lain oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Solusi: guna fasilitas kredit yang bisa pinjam dana sekaligus

Lalu, bagaimana solusi kalau butuh pinjam dana buat kebutuhan darurat?

Sekarang, pilihan akses kredit sudah lebih beragam, lho! Daripada gesek tunai dengan suku bunga dan biaya admin selangit, lebih baik pinjam dana ke fintech yang bisa cepat cair atau memiliki akses kredit yang bisa buat pinjam dana sekaligus.

Kredivo adalah salah satu fintech yang punya layanan tersebut. Sebagai kredit digital pertama di Indonesia yang terdaftar di OJK, awalnya, Kredivo menyediakan akses kredit online untuk kredit barang di e-commerce seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dsb, tanpa kartu kredit. Namun, kini, Kredivo juga menambah fitur transaksi kreditnya untuk pengguna yang mau mencairkan limit, yaitu fitur pinjaman mini dan pinjaman jumbo, khusus bagi pengguna Premium.

Untuk kredit barang, Kredivo menerapkan suku bunga tetap hanya 2,95% per bulan dengan pilihan tenor 3/6/12 bulan. Nah, buat pinjaman dana mini atau pinjaman jumbo, suku bunganya juga sama lho! Namun pilihan tenornya tersedia mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal hingga 6 bulan aja dengan biaya administrasi sebesar 6% dari total pinjaman.

Dengan adanya fitur pinjaman dana resmi yang dihadirkan Kredivo dalam layanannya, tentu bisa membantu banyak orang yang butuh pinjaman dana dalam waktu cepat, namun bunganya tetap bersahabat. Yang pasti, keamanan pinjam dana di Kredivo sangat terjamin!

Dengan fitur pinjaman mini atau pinjaman jumbo, pengajuan pinjaman kamu bisa langsung cair dalam waktu 1 hari kerja. Untuk bisa menggunakan fasilitas ini, kamu perlu terdaftar menjadi pengguna Premium Kredivo lebih dulu. Kalau sudah disetujui dan punya sejumlah limit, maka kamu bisa menggunakan fitur pinjam dana ini sesuai kebutuhan.

Daftar Kredivo gampang banget, kok. Pastikan kamu sudah berusia minimal 18 tahun, berpenghasilan minimal 3 juta per bulan, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi. Setelah itu, download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store, dan daftar sesuai tahapannya. Selamat mencoba!

Related posts